Pages

Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net


Sunday, June 24, 2012

Hidup yang Tak Lagi Sama

Ketika ku dihadapkan pada beberapa Hidup yang Tak Lagi Sama. Semuanya tampak seperti musim berganti yang menunggu gilirannya, setelah itu bunga-bunga yang memerah dan kering telah pada jatuh berguguran sesuai masanya, seusai masanya. Ketika ku dihadapkan pada Hidup yang Tak Lagi Sama, apakah ku siap untuk mengulang semuanya (lagi) ? Dan aku mulai kembali mencari-cari diriku yang baru (lagi) ?

Dihadapkan kembali kah (lagi) untuk suatu hidup yang akan tak lagi sama? Hanya minta pencercah pada-Nya untukku terbiasa, dan terus terbiasa, walau (mungkin) suatu masa yang terhenti itu tak kan tiba dan singgah padaku.

Terlalu abstrak memang....

Seolah-olah aku terlalu berpasrah, sebagai hamba-Nya yang apa adanya, sungguh manusiawi dan naluri yang tak terelakkan, yang mampu menembus akal yang sesungguhnya bukanlah apa-apa....

Aku hanya ingin pergi suatu saat nanti sebagai sesosok yang mulia....,

Terima kasih Tuhan Allah, Kau tlah menjagaku hingga aku sebesar ini...

Tolong bawalah aku sebagaimana Engkau sangat menyayangi aku... (suatu saat nanti)

:')

Aku selalu mengingat-Mu tanpa letih dan berkorban...

Hidupku memang penuh pengorbanan....

Wednesday, June 13, 2012

Selamat jalan Dosenku, Pak Nasai...

Malam Senin yang kacau, aku tidak sama sekali bersemangat membuka materi Teori Akuntansi yang akan diujiankan keesokannya. Entah mengapa aku sangat lelah. Begitu banyak yang terjadi akhir-akhir ini hingga aku selalu terpikirkan. Aku membuka sebentar akun FB-ku dan membuat status tentang perpisahan sebanyak 3 status. Seperti mitos di Bulan Juni, pikirku, yang selalu terjadi di dalam hidupku.
Status yang ku buat untuk orang-orang terdekatku dan orang yang pernah sangat dalam mengisi hatiku. Dan kubilang, semoga saja mitos Bulan Juni ini terhenti.

"Seperti tahun yg sudah-sudah, Bulan Juni sudah seperti mitos "perpisahan" dalam hidupku. Ahh, anggap saja permainan kekuatan pikiran karena terlalu sering membayangkan "Hujan Bulan Juni"-nya Eyang Sapardi Djoko Damono.

Demikianlah status yang ku buat di atas. Aku sama sekali tidak membuka materi untuk ujian besok. Aku langsung tertidur pulas dengan bodohnya. (Oh ya, setiap aku nggak belajar secara tidak sengaja, pasti besoknya nggak jadi ujian! Sering bgt kejadian ky gini)

Keesokannya aku bangun dengan gelisah karena aku belum belajar. Aku hanya berpasrah pada yang di atas, mengandalkan ingatan lama.Ujian ditunda senin depan.... Karena dosen kita, Drs. Muhammad Nasai., MAFIS., Ak. meninggal dunia pagi ini......Aku sangat kaget. Semua seolah mimpi. Senang sekali karena tidak jadi ujian, dan sedih ketika mendengar kabar buruk. Seolah tak percaya. Karena Beliau terbilang muda untuk pergi menurutku. Dan juga baru 2 hari lalu sebelum kepergiannya, Beliau berulang tahun.



Aku kembali teringat pernah secara lancang mengungkapkan kekesalan di akun jejaring sosial. Bahkan sumpah serapah yang bersahut-sahutan dengan teman sekelas. Dan membanting pintu ketika nilai yang keluar berada di luar ekspektasi, menurutku. 
Sementara teman yang diajar dosen lain begitu mudahnya mendapatkan nilai A tanpa perjuangan mengorbankan waktu dan pikiran. Itulah aku merasa tak adil. Mulanya aku sangat percaya diri mendapatkan A pada mata kuliah Metodologi Penelitian. Aku tak peduli dosennya seperti apa, karena aku merasa mantap dalam mata kuliah ini. Tetapi nilai yang keluar ternyata jelek sekali, tidak sebanding dengan perjuanganku yang sangat serius menjalaninya. Begitupun teman yang dapat kelasnya sama denganku...

Aku sangat malu untuk Metopen. Apalagi ayah dan ibuku begitu tahu langsung mengejek, bahwa aku adalah anak KIR. Aku teriris melihat piala yang berdiri di buffet.Tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini. Kononnya nilai yang tertera tak dinyana siapa yang ujungnya memberi. Tapi tetap saja menghantui, jika dosen penguji skripsi nanti adalah beliau. Tapi hatiku biasa saja, karena aku sudah tahu seluk beluknya, celahnya, agar dapat lolos dengan beliau.

Toh, aku juga pernah dapat A di mata kuliah Manajemen Keuangan reguler yang diajarkan beliau, yang kata orang adalah mata kuliah yang terbilang susah untuk hitungannya.


Aku ingin sekali menghantarkan almarhum ke tempat pembarirngannya yang terakhir. Teman-teman berombongan segera ketika ujian dinyatakan pending. Tetapi aku harus segera ke kelas karena ujian mata kuliah yang kuulang.

Aku bersegera begitu ada waktu ke makam dengan waktu yang kepepet dan macet yang menghabiskan waktu 2,5 jam perjalanan. Sambil berpikir apakah bisa kupulang?? Makam yang dituju bukanlah makam yang seharusnya....Aku sedih mengapa harus pergi sendiri...... Aku telah menjalani macet yang menyebalkan dan tujuan yang tak tentu arah. Pulang dengan urakan.

Aku sangat menyesal, sangat menyesal dengan sikapku yang tak sopan selama ini.., ingin sekali ku menghanturkan seribu doa untuk Beliau ketika keadaanku memungkinkan.

Selamat jalan Pak.. Semoga amal dan ibadah Bapak diterima Allah swt, diampuni segala dosanya. Diberikan tempat terindah oleh-Nya. Surga yang banyak buah-buahannya, berpakaian sutera, dan berkasur empuk, serta makanan yang lezat, surga yang sejuk dan indah. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiiin yaa robbal'alamiin. T.T :'(

Pukul 20.30 aku tiba di kosan, sebagai korban macet. Paginya aku terbangun dengan matahari yang terik, masih mengenakan pakaian kuliah.......


Wednesday, June 6, 2012

SERBA-SERBI FOREIGN EXCHANGE “FOREX”



            Foreign Exchange, yang biasa kita kenal dalam bahasa yang familiar, yaitu forex, saat ini merupakan alternatif dari mencari nafkah tanpa harus ke kantor. (Itulah yang kira-kira pernah saya baca di internet). Seorang ibu muda bisa mendapatkan keuntungan 15 juta rupiah dalam seharinya hanya dengan bermain forex bermodalkan koneksi internet super cepat dan pengalaman belajarnya. Tentu saja modal yang ditanamkan di sini adalah modal yang tidak main-main, tetapi modal yang cukup besar, yakni berkisar minimal 100 juta rupiah modal awal.
            Kembali mendelik di zaman globalisasi ini, kata-kata spekulasi sepertinya sangat akrab di dunia bisnis dalam memprtahankan ataupun menambah materi. Nah, forex sudah menjadi alternatif yang banyak dipilih oleh kaum berduit dan gaul. Spekulasi tinggi, dengan modal besar, untung juga besar, simpelnya high risk high return!
            Dalam pembelajaran Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio di keas saya semester ini, dimasukkanlah materi forex. Dengan materi pembelajaran yang difasilitasi khusus oleh situs belajarforex.com, berupa modul-modul dari kelas awam, sampai kelas lanjut, dengan memakai istilah unik seperti peribahasa: Sitting Duck, Walking Lamb, Running Pig, dan Hunting Fox. Diibaratkan di sini kita adalah suatu makhluk hidup yang bertahan demi kelangsungan hidupnya di hutan rimba. Jika kita tidak mempunyai kepintaran dan keahlian, maka kita akan dimangsa, begitulah kira-kira ungkapannya. Sitting Duck, bebek yang hanya mampu duduk di kursi empuk, tetapi tidak punya ilmu untuk mempertahankan diri. Walking Lamb, Lembu yang hanya mampu berjalan (ket: lambat). Running Pig, babi yang bisa melarikan diri jika ada yang membahayakan. Dan yang terakhir adalah Hunting Fox, Rubah pemburu, yang tidak hanya bisa menghindar saja, tetapi juga bisa memburu, menyerang, dan licik. Yah, rubah memang terkenal dengan sebutan binatang yang licik. Hukum rimba benar-benar berlaku di sini.
            Untuk pelajaran forex, kami membentuk suatu kelompok untuk memainkan demo account yang kami buat sendiri. Kemudian memainkannya selama 2 minggu. Tentu bukanlah waktu yang sebentar untuk kami dapat memahaminya. Kami perlahan-lahan, bahkan di sini lebih tepatnya lagi membagi tugas. Team Work benar-benar berlaku di sini.  Ada yang pandai dalam meramalkan, ada yang gesit dalam menjual bahkan membeli dengan pintar. Tentunya kesalahan pernah terjadi, yaitu kerugian yang kami alami dengan membeli mata uang yang waktu itu naik, kemudian turun dengan ajaibnya. Teori dan praktik berbarengan di sini. Tujuan utamanya di sini adalah saldo available margin yang lebih dari $ 50,000!
Kapan menentukan buy and sell, dari melihat uptrend dan downtrend grafik mata uang tersebut. Seperti itulah kira-kira yang kami lakukan dengan bantuan grafik, untuk mahasiswa yang belum apa-apa dan baru belajar seperti kami.
“My Momma always said, Life was like a box of chocolate. You’ll never know what you’re gonna get.” (Forrest Gump)
Dalam ber-trading forex, peribahasa di atas benar-benar berlaku di sini. Kita tidak akan tahu apa yang akan kita dapat, dan kepintaran kita dalam memilih lah yang akan menentukan apa yang akan kita peroleh. Tepatnya kepintaran kita dalam mengambil keputusan dalam aksi buy and sell.
Melalui analisis teknikal, aksi buy akan kami lakukan jika grafik menunjukkan uptrend melewati batas garis oversold ke atas, dengan angan-angan harga akan terus menanjak naik dan kami akan menjualnya sehingga mendapatkan keuntungan. Aksi sell akan kami lakukan jika grfik yang sudah melewati overbought yang kemudian kami perkirakan akan menurun,maka kami akan cepat-cepat menjualnya. Analisis teknikal pada grafik demikiannya sangat membantu kami.
Alhasil, seperti inilah hasil akhir yang kami dapatkan. Lumayan saldo available margin surplus $ 3,208 dari semula! Kira-kira jika dikonversikan ke mata uang rupiah, (3,208 x Rp 9000,- = Rp 28,872,000), maka Rp 28,872,000,- untung yang kami peroleh dalam virtual trading ini. Misi untung berhasil kami lakukan, meskipun tidak besar-besaran, setidaknya kami sudah bisa bertahan dari kerugian.

5�p:�

Saturday, June 2, 2012

Anak Kos Dodol!

Sibuk sibuk dan tak mau diganggu. Padahal baru 3 tahun netap di bedeng cantik dan ngga pernah pindah. Tapi seumur-umur baru kali ini terasa bete-nya. Atau kalo Bahasa Palembangnya "RINGAM" or "MELUAT". Plus kamarku yg katanya kayak kamar anak bujang plus bengkel karena berhamburan barang elektronik yg rusak dari TV, Speaker, DVD Eksternal, kabel koneksi, Kipas Angin (alhamdulillah langsung diganti sama yang pake cooler biar ngga cepet panas), dan notebook tua kesayangan (alhamdulillah juga begitu rusak langsung diperbaikin. Musti ganti Hard Disk Drive internal, otomatis semua data hilang semua tak berbekas. Notebook saya bener-bener masuk ruang operasi gawat darurat. Dan untungnya lagi Koko pegawainya baik hati, ramah, jujur, ngasihnya buat kantong mahasiswa, tapi tetep aja mahal! Tapi jauh lebih mahal computer store di tempat laen ternyata.) :p Makasih Koko! Koko baik, deh! :)

Makanan instant yang rajin banget masuk ke tubuh, dan makanan ber-MSG, minuman kemasan, astaghfirullah orang tua jangan sampai lihat aku seperti ini kalo nggak Beliau akan sedih. :'( Tapi ya apa boleh buat. Pernah coba cateringan tapi sayangnya kurang enak dan lebih sering nggak dimakan, makanya lebih efektif otonomi sendiri deh dalam soal makan memakan. "De, suplemen makanan yang dikirimin kemarin udah habis belom?" | | "Belom, Bu." | "Lho?? Ayo dihabisin, biar sehat."| "=="|

Dan sebentar lagi ujian.Orang-orang udah pada klaim sumber situs tugas punyanya dia. Tapi duh... *gw aja nyantae aja kalee ngga segitunya.

Hanya berharap bisa menghadapin semua ini dengan tenang dan persiapan yang matang. Gimana denganmu, guys?? Moga lancar dan sukses, yaaa.. amin! :* :))

Monday, May 21, 2012

Nonton Rindu-Rindu Aizawa!!! (again)

Akhirnya setelah cari beberapa waktu lalu, nemu juga dan bisa dapetin softcopy-nya lengkap full yang sesi 1 dan 2 dari temen saya Ipenk. Jadi ingat masa kecil jadinya. Dan ini film bener-beenr menguras air mata dan wooww bgt dari setiap tokoh yang selalu bikin tegang dan kejutan.

Buat tokoh favorit especially Ryu, si anjing pintar dan dr. Kurosaki yang cool banget! Tokoh lain juga mengagumkan, hanya saja saya tertarik sangat dengan kedua tokoh ini karena mereka adalah sosok yang dapat bertahan dalam setiap kondisi, mempunyai pendirian, dan tak pernah kalah akan perasaan. Mulanya sangat kagum dengan Katashima sense, tapi pak guru selain sangat baik hati, dia juga orang yang kalah dengan perasaan dan itu membuat dia melakukan hal-hal yang di luar logika yang dapat membahayakan hidupnya.

Saya benar-benar bahagia kembali menontonnya. ^^

Friday, May 4, 2012

Travelling is nice!

Sejak pernah trauma kejadian di atas bus yang hampir dirampok, saya memutuskan untuk tidak naik bus lagi sejak semeter 2 kuliah. Benar-benar mengerikan setelah di tengah malam dihadang oleh segerombolan perampok, kaca bus dipecahkan dengan parang, dan disiram dengan bensin. Itu perampok pada ngancam mau nilep pake api, habislah kami! Ga mo mo lagi naik bus semenjak itu! ;(

Sejak saat itu saya memutuskan untuk naik travel saja setiap mudik, karena travel lewat jalur yang berbeda, tidak melewati jalan yang sering dilalui perampok.
Pengalaman di atas travel itu benar-benar seperti keluarga kilat. Selama 10-12 jam di atas travel setidaknya suatu pengalaman bersama orang-orang baru. Memang untuk perjalanan pertama rasanya biasa saja dan tidak begitu berarti. Namun, semakin lama, sejak mudik lebaran ke kampung halaman, rasanya saya seperti mendapatkan hadis nabi. Yang mengatakan bahwa kita baru benar-benar bisa menilai orang itu jika kita bersama dalam perjalanan dengannya.

Suatu hari, perjalanan ke Bengkulu, saya merasa lelah sekali. Saya ngambek karena harus duduk di paling belakang. Tapi sopir travel waktu itu yang biasa dipanggil Pak Haji mempersilahkan saya duduk di tengah. Sewaktu dalam perjalanan, ternyata mobil ini menjemput rombongan STAN D-1 dari Bengkulu karena libur kuliah. Di sanalah saya bertemu dan kenal dengan Kak Wahner dan temannya. Kami mengobrol panjang sekali soal kuliah, masa sekolah, dosen, hingga teman-teman lainnya. Dan benar kata orang, dunia ini terlalu sempit. Usut punya usut, Kak Wahner adalah kakak kelas saya semasa SMP yang saya belum pernah tahu sebelumnya. Dan Kak Wahner adalah temannya teman saya. Perjalanan terasa menyenangkan karena saya mengira akan terasa sendirian awalnya, tapi setelah ketemu Kak Wahner dkk, kami mengobrol banyak sekali hingga tak jadi memejamkan mata padahal sudah larut malam. Ditambah lagi, mobil itu menghidupkan lagu-lagu Ari Lasso semasa saya SMP, yang asyik banget didengarkan dan jadi ikutan nyanyi. Ketika saya tertidur, saya benar-benar susah dalam kondisi PW (Posisi Wenak), karena lainnya laki-laki dan saya sendirian perempuan di dalam mobil itu. =,="
Kepala saya kejedot beberapa kali karena saya takut kalau-kalau tidak sengaja tersandar di bahu laki-laki (waduh, saya bisa malu). Akhirnya, Pak Haji yang waktu itu pura-pura tidak tahu, melempar bantal ke arah saya. Sontak saya kaget dan mengambil bantal itu dan langsung menjadikannya bantal untuk sandaran. :)

Sewaktu pulang ke Indralaya, saya semobil dengan anak MDP yang lagi asyik-asyiknya pacaran. Eh, tak tahunya yang perempuan adalah temannya teman saya sekelas di kampus. Alhasil, ketika makan bersama, saya jadi tidak enak karena saya dibayari makan oleh pacarnya yang pernah sekolah di Bengkulu itu. :p Aduh jadi nggak enak. Padahal saya mau nunjukin meski saya anak kos, dompet saya tuh alhamdulillah banget (baca: Budget untuk makan=80% :D). :p Tapi gapapa lah, salam perkenalan. :p

Perjalanan kembali mempunyai cerita dan berkesan saat saya pulang ke Indralaya baru-baru ini. Saya semobil dengan seorang perokok berat dan berasal dari etnis Tionghoa. Koko itu setahun lebih tua di atas saya dan seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Bengkulu. Saya sangat kaget ketika dia banyak bercerita dengan pak sopir, ternyata dia adalah seorang bussinessman yang pernah menggelapkan minuman keras dan HP Black Market. Dia bercerita tentang pengalaman yang dikhianati temannya sendiri. Sepanjang jalan saya mau tak mau menghirup asap rokoknya yang terus berhembus, hingga saya tahu beberapa merk minuman keras yang sering ia sebut-sebut, Red (bener gak nih tulisannya?), Jack Daniel, dsb. Saya jadi ngeri sendiri. Dikit-dikit dia nyebut Red. Terus dia bertanya, mau jadi apa setamat kuliah?? Saya jawab saya akan mengambil apa yang di depan mata. Lalu, dia bercerita office boy di Jakarta yang banyak dari kalangan sarjana. Tiba-tiba dia nyeletuk, "Daripada capek-capek rajin kuliah jadi sarjana, mending jadi manager clubbing aja. Gajinya lebih gede, kerja santai. Lihat saja saya. Kuliah hukum capek-capek ujung-ujungnya tetap dagang! Hahahaa.."
"Ya ampun, Ko. Masa saya disuruh jadi manager clubbing sih??" (membatin =,=")
Hahahaa... iya, pasti gara-gara Koko nganggap saya memang bener-bener anak sekolahan sejati, anak baik-baik yang taat peraturan sekolah, dan tahu saya tamatan SMA favorit, makanya Koko nganggap gitu. Aduh, kok tiba-tiba jadi ingat gengster ya?? Mafia, Yakuza, Gengster, ato apalah kayak di film-film China gitu, misalnya aja kayak di film Korea My Boss My Hero. Duh, bener-bener deh kebanyakan nonton film ampe nyangka yang parah-parah. Pukul 11 malam: Eh, parahnya itu Koko berhenti di Hotel mewah yang semalemnya 700 rebeng, dan dikelilingi clubbing yang berderet di ruko-ruko. Lampu kelap-kelip dan musik disco ala DJ mabok. Saya benar-benar disuguhkan kehidupan malam waktu itu. Ternyata bukan di film aja, di dunia nyata juga. Malah lebih parahnya lagi, sewaktu lewat di pemukiman perumahan menengah ke bawah, ada pertunjukan banci pake lagu India, ampe om sopirnya penasaran dan berhenti coba cubit pipi, ini beneran apa mimpi, yak??!! Dan yang nonton tu rameeeee!!! Dari anak-anak ampe orang dewasa! Ternyata begitulah suasana malam Kota Palembang! Hhhmmmm...

Perjalanan kembali terjadi ketika saya ingin pulang ke Bengkulu. Saya memesan tiket sore. Ketika saya dari Indralaya ke Palembang, ternyata saya telat diakibatkan macet. Akhirnya saya ditinggal oleh travelnya dan ditaruh ke jam malam berangkatnya. Saya menjadi kesal setengah mati karena musti nunggu 4 jam di loket. Saya benar-benar bosan. Akhirnya dengan sifat saya yang authis dan urak-urakan saat itu, saya mulai bersiap-siap mengenakan jaket saya yang penuh badge ini, untuk menunjukkan ke orang-orang kalau saya mahasiswa, sehingga orang-orang tidak seenaknya menggoda saya di jalan. Selamat saya selamat. Saya langsung menitip koper dengan muka manyun kepada om yang di loket. "Mau ke mana, Dik?". "Ke mana aja lah Om, bosen. Keliling kek, apa kek, makan kek, kayaknya mau ke toko buku dekat sini aja, deh. (Gramedia Atmo). Om jagain koper saya, ya!"
Saya langsung melancarkan aksi dengan tas ransel saya yang penuh cemilan dan soda. Tiba-tiba mamang rujak yang dengan kasihannya lewat. Duh, nggak tega. Akhirnya pesen rujak mangga pesen yang paling manis, makan kayak orang kesetanan, dan om dan mbak yang di loket nganga aja lihat saya yang tadinya mau pergi eh malah balik lagi bawa semangkuk rujak mangga yang warnanya orens (rujak apa rujak, ya??).

Setelah rujaknya habis, saya langsung pergi lagi sambil dada-dada ke mbaknya. Tibalah di Gramedia Atmo. Kebetulan waktu itu saya sedang nggak sholat jadi saya bebas baca buku lupa waktu. Target utama adalah buku-buku tips buat orang galau yang plastiknya kebuka. Trus, selonjoran deh di lantai kayak itu toko kamar pribadi yang kalau orang mau lewat nggak jadi dan pindah ke jalan sebelah gara-gara lihat anak authis jilbab-an, pake jeans, sepatu kets, pake jaket yang badge-nya banyak, sambil selonjoran. Wkwkwkkk... :D

Akhirnya saya pulang juga dari sana pukul 07.00, setelah telpon berdering dan ngajakin pulang. "Travelnya mau berangkat, Bu... Ibu di mana??" (eittss dah, kok ibu sih??)

Trus setiba di sana. Huwaaaahhh, orang-orang kayak kedatangan anak hilang. "Adik ikut Kak Yayan, ya." Nama sopirnya Yayan, masih muda (kayak nggak jauhlah umurnya sama kita-kita yang mahasiswa), cakep, kocak, tapi nggak enaknya manggil saya dengan sebutan ayuk, baca:kakak perempuan)
Duduk di tengah, ngobrol-ngobrol, udah asyik ngobrol, eh malah gondok. Ternyata penumpangnya penuh, plus ada barang-barang paket titipan. )&^@#$%^&*(
Gondok dan gondok asli deh pokoknya! Karena paketnya nggak muat lagi, tuh sopir malah sumpel paketnya ke kaki saya dan saya nggak bisa duduk tenang sepanjang perjalanan yang menghabiskan waktu 10-12 jam itu. Akhirnya saya ngambek, marah-marah, n nyindir pelayanan travel yang sangat tidak menghormati pelanggan. Especially buat tuh sopir yang dari tadi cengengesan nggak ngebales ocehan saya. Trus adik perempuan yang di sebelah malah pengen gantian tempat duduknya karena dia nggak tega lehat saya dizalimin. (caelahh). Tapi tetep aja saya ogah. Akhirnya setelah 6 jam berlalu dan orang udah ada yang turun, tu paket dipindahin juga dan kaki saya bisa lurus pada akhirnya, alhamdulillah. :)


Sewaktu pulang ke Bengkulu lagi di lain waktu, duh saya bener-bener berharap nggak ketemu lagi sama tuh sopir yang pernah saya omel-omelin. Saya udah pesen travel lain, tapi mungkin udah takdir saya eh itu travel malah opor saya dan temen ke travel lain karena penuh, dan sopirnya glekkk!!! Kak Yayan lagi!!! )*@#$%^&*(

Sementara dia duduk di sebelah saya. "Awas nih sopir macem-macem ato nyenggol dikitpun," membatin. Ternyata nggak! Trus dengan penuh resenya dan authis yang kambuh-kambuhan, saya dengan kasarnya dengan otot jari-jari saya yang kayak gitaris nutup AC ke arah dia. "Kenapa, Yuk?" "Saya nggak bisa dingin."
"Hhhmm... kita matiin aja ya AC-nya, sebentar ya.. hhmm.." (dengan halus banget kayak ngebujuk anak kecil ngamuk)
Trs setelah tiba giliran dia yang nyetir, "Kita lambat aja ya asal selamat." Dia yang tahu dan kenal penuh sama saya setelah saya bilang tujuan rumah saya di mana (ni sopir pasti ingat banget kan siapa saya, yang authis suka marah-marah, ngambek nggak jelas gitu kayak mau makan orang). Saya langsung diam dan pura-pura lupa kejadian yang pernah ada.
Itu mobil bawa anak kecil yang lagi sakit, eh disuruh duduk paling belakang. Saya ngerasa ya gara-gara saya yang ngambekan. Duh, maaf banget buk saya nggak mau mati di jalan cuma karena aib saya yang mabokan di jalan. =,="

********

Saya tidur dengan nyenyaknya di hujan petir kilat yang deras, dan macet yang melelahkan. Saya sangat nyaman malam itu. Arigatou!!! Itu semua karena si sopir sudah tahu persis medan jalan mana yang berlubang, mana yang tikungan walaupun di tengah malam sehingga nggak ada gruduk-gruduk asal-asalan di tengah jalan yang membangunkan nyenyaknya tidur.

Ada beberapa mobil yang bannya pecah di jalan, trus berhenti bentar buat ngebantuin orang-orang itu. Trs semua orang di mobil pas sopirnya nggak ada, malah muji-muji ini sopir, "Masnya tahu ya medan jalan, udah hafal betul. Saya berasa nggak dalam perjalanan."
(duh, kok sama, ya??) +,+"

Muhun maaf deh pokoknya Kak Yayan, nggak lagi-lagi ngambekan deh sama siapapun. Pernah dimarah-marahin aja diam... Duh kapok deh dengan authisnya diriku. Dan akhirnya turun bilang, "Makasih, Kak...", dengan penuh rasa bersalah.......

(Kakak lulus di hadis nabi deh kak... dalam penilaian karakter "orang baik")



Sunday, April 8, 2012

FILOSOFI KOPI: WHAT’S UR FLAVA?



Dari kecil hingga sekarang kopi menjadi benda yang wajib ada di rumah, lantaran ayah saya adalah perokok berat yang selalu ditemani kopi di pagi hari sebelum ke kantor dan malam hari sebelum berkutat pada tugas kantor, atau sekedar menghabiskan malam dengan papan caturnya. Sesekali saya mencoba sehirup dua hirup kopi dari cangkir ayah saya dan menurut saya rasanya tak seburuk warnanya!
            Ayah, ya ayah! Saya suka mengimitasi kebiasaannya, dari mendengarkan lagu-lagu barat, masak telur dadar dengan bawang yang banyak, sampai hobi berhadapan dengan komputer. Entah mengapa rasanya setiap kebiasaan ayah menurut saya itu keren, apalagi ketika ayah berkutat di depan komputer dengan paper dan jurnal penelitiannya, saya merasa seperti menjadi orang yang pintar jika seperti itu. Termasuk arti untuk sebuah kopi!
            Sewaktu duduk di SMA, ya sesuai dengan jiwa saya pada bidang tulis-menulis, saya memutuskan untuk masuk ekstrakurikuler KIR (Kelompok Ilmiah Remaja), dari divisi debat, karya ilmiah, hingga LCT pengetahuan umum. Tetapi, saya lebih didominasikan oleh guru saya untuk divisi karya ilmiah. Saat itu juga saya sudah menjadi seperti ayah, setiap malam berkutat pada komputer untuk mengejar deadline lomba. Tak jarang juga saya menangis sendirian di tengah malam yang hampir pagi karena penelitian saya belum kelar, ditambah lagi printer yang kehabisan tinta, yang membuat tangan saya bercelemotan hitam karena tidak pandai mengisi tinta printer. Alhasil karena sering seperti itu, saya menjadi sangat ahli dalam memperlakukan printer supaya terawat, awet, dan tidak cepat rusak, termasuk dalam hal mengisi tinta!
            Semuanya tidak terlepas pada secangkir kopi. Di kala terbangun di pagi hari dan saya sadari hanya menghabiskan dua jam untuk tidur, begitu pula jantung saya berdetak cepat, dan punggung yang sakit. Lama-kelamaan saya menjadi terbiasa seperti itu, bahkan pernah memecahkan rekor tidak tidur dalam hidup saya selama 36 jam! Hanya untuk mengolah data kuesioner menjadi sebuah bacaan ilmiah yang tidak menarik bagi remaja!
            Seiring berjalannya waktu, kopi menjadi teman setia saya walau saya hanya menganggapnya biasa saja. Tanpa saya sadari ternyata kopi cukup mempunyai banyak arti dalam kehidupan saya melalui beragam peristiwa yang coba saya pikirkan. Kebetulan suatu hari saya menonton film dengan seksama dan sangat serius, yaitu Claudia/Jasmine. Ketika hampir 75 menit film itu berlalu, saya baru menyadari bahwa Claudia adalah Jasmine dan Jasmine adalah Claudia, yang benar-benar membuat saya merasa sangat bodoh karena tidak bisa menebak cerita itu, padahal saya sangat konsentrasi menontonnya karena filmnya romantis. Tapi memang benar-benar susah ditebak! Jasmine adalah nama panggilan dari Claudia Jasmine yang pada usia 17 tahun biasa dipanggil Claudia. Terang saja tak terbesit dalam pikiran saya untuk menganggap bahwa Jasmine itu adalah Claudia, sebab Claudia 17 tahun diperankan oleh Kirana Larasati, dan Jasmine 30 tahun diperankan oleh Kinaryosih, tanpa penjelasan flash back! Semuanya satu alur! Claudia dan Jasmine sama-sama suka kopi, tetapi masing-masing kopi yang berbeda. Claudia suka kopi susu, sedangkan Jasmine suka black coffee. Setelah saya berpikir ternyata itu adalah transformasi kesukaannya yang berganti selera, tentu sebabnya adalah kisah kehidupan Claudia Jasmine pada film ini. Di akhir cerita, Jasmine membuka usaha coffee shop yang bernama CJ, sesuai dengan cita-citanya sejak dulu. Entah apa arti dari CJ sebenarnya, Claudia Jasmine-kah? Atau Claudia Jerry-kah? (Jerry, pacarnya Jasmine). Yang jelas saya bisa menangkap bahwa Jasmine sudah tidak takut lagi untuk menjadi Claudia terbukti di akhir cerita ia sudah bersedia minum kopi selain dari black coffee. Kesimpulannya, CJ adalah Claudia Jerry.





Begitu pula saya berpikir dan menyadari bahwa ketika kau menyicipi sehirup kopi pada suatu momen, maka rasa kopi itulah yang mengendurkan sarafmu membuatmu berkonsentrasi pada momen itu. (catatan: menurut ilmiah, kopi dapat mengendurkan saraf). Begitu juga saya yang terbiasa oleh kopi krimer racikan sendiri kala itu. Dan secara tidak sengaja saya sudah full addicted pada kopi. Semua ini juga didukung dengan tuntutan profesi saya karena dikejar deadline. Hal itu membuat saya survey tentang rasa-rasa kopi dari berbagai merk yang membuat saya menyukai merk-merk tertentu dan berkesimpulan, iklan yang bagus belum tentu memiliki rasa yang enak, atau merk yang booming sekalipun ternyata masih ada merk kopi lain yang lebih enak. Hal ini juga yang membuat saya terpaku pada merk tertentu atau kopi tertentu pula.
            Saya mulai mengamati untuk beberapa coffee mix. Cappuccino pada merk yang berbeda atau pada coffee shop yang berbeda ternyata memiliki rasa yang berbeda pula. Begitu juga untuk kopi-kopi lainnya. Bahkan ada sebuah coffee shop yang justru tidak memiliki rasa yang jauh beda dengan kopi-kopi berbeda yang tertera pada katalog. Entah itu pada kadar takaran atau apa, yang jelas setelah saya merasakan, mengapa moccachino-nya sama saja rasanya dengan cappuccino, hanya berbeda diberi foam atau tidak, bahkan tak berbeda pada café latte-nya. Ternyata kadar racikan bisa sangat memengaruhi rasa. Rasa yang kontras hanya bisa saya rasakan jelas pada kopi instan yang memberi tahu saya untuk membedakan rasa kopi yang beragam jenis. Dan dari itu pula saya mengetahui cara meracik café latte yang benar, bahwa kopi harus diseduh mendidih terlebih dahulu hingga larutannya menyatu halus, baru bisa dicampur dengan susu, dan hal ini menjadikan serbuk kopi tak tertinggal. Ternyata urutan meramu juga sangat memengaruhi rasa tentunya. Urutan meracik yang salah pun dapat menghancurkan selera karena bisa menghancurkan rasa. Menikmati kopi yang dihidangkan juga ada masanya, yaitu ketika kopi tidak terlalu panas dan belum mencapai pada suhu normal. Suhu normal adalah rasa kopi terburuk ketika kita menikmatinya.
            Selain soal rasa, kopi tidak terlepas dari seni. Seni melukis pada kopi pun telah menjadi bahasa dalam menikmati kopi. Kopi telah menjadi isyarat, komunikasi non verbal baru. Ini seperti sebuah penemuan, bahwa kopi bisa menjadi media komunikasi.




Pilihan saya jatuh pada Chococinno, karena campuran coklat dengan kopi menurut saya adalah jodoh. Sebab coklat dapat mempertajam rasa dari sensasi pahit kopi itu sendiri tanpa menghilangkan rasa asli kopi. Mereka benar-benar seperti pasangan serasi. Untuk Brown Coffee saya jatuhkan pilihan pada merk kopi instan Kopiko, karena rasanya pas dan mantap. Begitu pula untuk permen kopi, Kopiko tetap menjadi rajanya dibanding merk permen kopi lain untuk arti dari sebuah kopi itu sendiri.



Di zaman yang modern ini, alasan kesehatan bukanlah penghalang lagi agar bisa menikmati kopi. White Koffie atau kopi luwak yang merupakan kopi hasil fermentasi pencernaan luwak bisa menjadi solusinya. Kopi ini tidak mengandung asam yang bisa mengakibatkan gangguan lambung. Bahkan rasanya sudah diracik sedemikian rupa sehingga menyerupai kopi krimer. Bisa disuguhkan hangat maupun dingin.



Pada suatu ketika saat saya ingin menyendiri dan menenangkan pikiran, coffee shop menjadi tujuan saya. Karena di sana saya bisa menikmati rasanya, menikmati suasananya, bahkan berjam-jam tanpa pelayan yang protes bila berlama-lama di sana. Ini adalah tempat pelarian favorit bagi saya. Coffee shop juga memiliki kenangan tersendiri buat saya, ketika saya bertemu sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Kami bercerita di sana sambil menikmati suguhan kopi sesuai selera. Nuansa klasik ini semakin terasa oleh karena disain tempatnya, ditambah lagi ketika kami menceritakan kisah di masing-masing tempat kami berkuliah dan tanpa sadar menitikkan air mata, tanpa sadar pula sudah 3 jam kami bercengkerama.
            Saya yakin banyak orang di dunia ini yang punya filosofi kopi dalam hidupnya. Kopi pun bisa mengubah hidup kita, memengaruhi, memiliki arti, dan menjadi teman.
Ingat kopi, ingat sesuatu! Mencoba kopi, maka kamu akan merasakan sensasi. Merasakan sensasi, maka kamu akan memilih rasa mana yang cocok. Mengetahui rasa mana yang cocok, maka kamu akan menemukan filosofinya dalam hidupmu.... Bahwa mengapa kamu menyukainya atau bahkan mengapa kamu memilihnya.... Dan ada sesuatu di dalamnya yang sangat privasi yang akan kau temukan...., yang akan kau temukan sendiri di dalam jiwamu..., dan itu hanya terletak pada jiwamu....., tidak pada orang lain..., hanya kamu.....
So, What’s ur flava??!

* * *